September 17, 2026

Swadaya Warga Cimuncang, Penerangan Makam Pejaten Akhirnya Terwujud — Tedi: Terima Kasih Semua, Apresiasi Khusus untuk Andi Coton

Serang, 15 September 2026 — BantenReformasi.com

 

Cahaya kini menerangi area Pemakaman Umum Pejaten, Lingkungan Cimuncang, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Penerangan yang sudah lama diharapkan warga akhirnya terpasang — bukan dari anggaran proyek, melainkan berkat kepedulian dan gotong royong warga sendiri.

 

Melalui Tedi, selaku pengurus pemakaman, disampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dari RW 003, RW 004, RW 005, RW 006, RW 014, RW 019, hingga RW 020 Kelurahan Cimuncang. Dana swadaya yang terkumpul mencapai Rp 1.643.000, yang digunakan untuk membeli kabel, lampu, serta perlengkapan pendukung lainnya.

 

“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua Ketua RW, Ketua RT, dan seluruh masyarakat Cimuncang. Terima kasih juga kepada Media BantenReformasi.com yang selalu hadir bersama warga,” ujar Tedi mewakili pengurus pemakaman.

 

Di samping ucapan terima kasih kepada seluruh warga, Tedi menyampaikan apresiasi istimewa kepada Andi Coton, yang telah mendampingi sejak awal — mulai menyusun proposal hingga berkeliling dari satu RW ke RW lainnya menggalang kepedulian.

 

“Saya salut kepada Andi Coton. Di tengah masyarakat beliau kerap dipanggil ‘Pa Dewan’, padahal bukan anggota dewan. Ada yang menyebutnya LSM, Ketua Relawan Langit 7, wartawan, maupun aktivis. Apapun sebutannya, beliau bergerak cepat setiap kali urusan menyangkut kepentingan sosial dan kepedulian sesama,” kata Tedi.

 

Bagi warga, beragam sebutan yang melekat pada Andi Coton itu adalah bukti pengakuan tulus dari masyarakat — karena beliau sungguh hadir, peduli, dan turun tangan membantu siapa saja yang membutuhkan, selama tujuannya benar dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

 

Sebagai bentuk keterbukaan dan kepercayaan bersama, laporan pertanggungjawaban lengkap beserta Rincian Anggaran Biaya, tanda tangan, dan stempel dari masing-masing RW telah dipasang secara terbuka di lokasi, agar seluruh warga dapat melihat dan memastikan setiap rupiah digunakan dengan tepat.

 

 

Wujud kepedulian seperti inilah yang menjaga kebersamaan tetap kuat — gotong royong tanpa menunggu diperintah, saling bantu tanpa pamrih. Semangat ini layak menjadi teladan bagi kita semua.( Badri).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *