Agustus 10, 2026

Revitalisasi KB Al-Kautsar Petir Diduga Curangi Ukuran Besi, Kolom Praktis Untuk Cicin Seharusnya 8 mm Diganti Hanya Besi 4 mm

SERANG, bantenreformasi.com – Proyek revitalisasi gedung Kelompok Bermain (KB) Al-Kautsar di Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp156.774.000 ini dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Namun, pelaksanaannya kini diragukan keseriusannya setelah terungkap dugaan pengurangan kualitas material struktur bangunan yang sangat vital demi keselamatan.

Padahal, kolom praktis berfungsi utama untuk mengikat dinding bata agar tidak mudah roboh saat terjadi gempa atau getaran, serta menyatukan dinding dengan struktur balok di atasnya. Ini adalah bagian paling penting dari sistem tahan gempa sederhana pada bangunan sekolah. Sesuai standar, seharusnya menggunakan besi tulangan berdiameter 12 mm dan sengkang/pengikatnya berukuran 8 mm.

 

Ironisnya, fakta di lapangan membuktikan sebaliknya: besi utama yang terpasang hanya berdiameter 10 mm, sedangkan sengkang pengikatnya cuma berukuran 4 mm!

Saat dikonfirmasi, pekerja di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah dan menyadari ada kejanggalan namun pekerjaan sudah terlanjur dipasang.

“Kami cuma pekerja Pak, kalau tahu ukurannya salah kami tak akan pasang. Ini sudah terlanjur terpasang. Lagian setahu saya besi ukuran 12 milimeter penuh itu jarang ada, harus pesan langsung ke Krakatau Steel,” ujarnya Sabtu 11/07/2026.

 

Terpisah, Mandor Bidin justru berdalih sebaliknya dan berusaha membenarkan kondisi yang tidak sesuai itu.

“Kami pakai besi ukuran 12 mm dan sengkang 8 mm, sama juga untuk balok ring-nya. Kalau yang terlihat itu mungkin sisa lama yang tidak dipakai lagi,” elaknya, meski bukti fisik di lokasi sangat jelas bertentangan dengan pernyataannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah KB Al-Kautsar, Nani, justru mengaku kolom praktis tersebut tidak tertuang dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

“Itu inisiatif saya sendiri biar bangunannya kokoh dan tahan gempa supaya tidak roboh lagi. Saya kurang paham soal ukuran besi, dan bukan kami yang membelinya. Untuk semen kami pakai merek Tiga Roda, bukan yang murah. Soal konsultan pengawas, dulu ada saat awal pembangunan, sekarang entah ke mana,” ungkapnya.

 

Peringatan Tegas Bagi Pemangku Kebijakan dan Dinas Terkait

Jangan pernah menganggap remeh keamanan anak-anak demi keuntungan pribadi! Mengurangi ukuran besi struktur yang paling vital adalah tindakan nekat yang mencelakai masa depan. Uang rakyat yang dialokasikan negara bukanlah ajang bancakan atau bagi-bagi proyek bagi elit politik dan kroni-kroninya. Jika ada kesalahan dalam RAB, tugas dinas adalah memperbaikinya, bukan membiarkan bangunan sekolah berdiri di atas risiko yang mematikan. Kami ingatkan: kelalaian ini adalah tanggung jawab pidana dan moral yang tidak bisa dihapus dengan alasan apa pun.

 

Tim Bantenreformasi.com mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang serta konsultan pengawas segera bertindak. Kami akan terus mengawal proyek ini sampai seluruh struktur dibangun kembali sesuai spesifikasi keselamatan yang berlaku. Jangan tunggu musibah datang baru menyesal!

 

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang maupun konsultan pengawas.

(Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *