September 24, 2026

SDN Sukamaju Tak Dapat MBG, Alasan Jalan Diperbaiki Dinilai Mengada-ada

SERANG — BantenReformasi.com — Warga Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, kecewa dan mempertanyakan penghentian sementara pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sukamaju pada Kamis, 24 September 2026. Pihak sekolah beralasan perbaikan jalan di depan sekolah menghambat pendistribusian — namun alasan itu dinilai warga tidak masuk akal dan mengada-ada.

 

Banyak orang tua murid menyampaikan kekesalannya melalui percakapan di grup warga kawasan Gunungsari. Mereka menuntut kejelasan dari pihak yang memegang tanggung jawab program MBG, termasuk ASDAP dan ASLAP.

 

Sahroni, salah satu warga  menyampaikan:

 

“Kami minta penjelasan tegas dari teman-teman yang duduk di kursi ASDAP dan ASLAP. Anak-anak kami di SDN Sukamaju berhak mendapat jatah makan bergizi gratis. Jangan beri alasan yang tidak masuk akal.”

 

Munir, warga lainnya, turut mempertanyakan:

 

“Kami hanya ingin tahu kejelasan. Selama ini lancar, kenapa tiba-tiba berhenti? Apakah pihak yang mendapat tugas sebagai ASLAP sudah tidak bisa menjelaskan secara terbuka lewat media? Apakah suara media sudah dibungkam?”

 

Ibnu Ruhi.at juga menyoroti sikap peliputan:

 

“Apakah media kini pilah-pilih berita? Apakah temuan-temuan sebelumnya tidak ditindaklanjuti lagi?”

 

Saat dikonfirmasi lewat telepon, Kepala Sekolah SDN Sukamaju membenarkan kiriman MBG tidak datang hari ini. Alasannya: pengecoran jalan di depan sekolah sedang berlangsung, pihak pengantar khawatir kendaraan terhenti dan barang tidak bisa diturunkan. Pihak sekolah mengaku sudah melaporkan hal ini ke dapur pusat distribusi MBG.

 

Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Penanggung Jawab Program MBG, ASDAP, dan ASLAP, kami mendesak:

 

Segera berikan klarifikasi terbuka terkait insiden ini

Jangan gunakan alasan yang tidak masuk akal — sekolah tetap bisa melayani distribusi meski ada perbaikan jalan

Pastikan hak anak-anak terpenuhi setiap hari tanpa putus

Kembalikan kepercayaan publik: transparan, terbuka, tidak pilih-pilih informasi

 

Anak-anak berhak mendapat gizi yang dijanjikan. Jangan biarkan program mulia ini ternoda oleh alasan-alasan yang meragukan. Warga mengawasi, rakyat menilai.

(Amin )

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *