Agustus 8, 2026

Diduga Tak Terima Pekerjaannya Diberitakan, Kepala Tukang Ancam Jurnalis: “Saya Akan Meminta Kepada Allah Lewat Jalur Langit”

KOTA SERANG – bantenreformasi.com — Setelah pemberitaan sebelumnya viral di media ini terkait proyek rekonstruksi jalan Jakung Gedeg yang dikerjakan oleh CV. Lialang, kini muncul babak baru. Pekerjaan yang diduga dikerjakan asal-asalan dengan ketebalan Lapis Pondasi Bawah (LC) kurang dari standar sebesar 2 sentimeter itu, ternyata membuat pihak pelaksana tidak terima atas pemberitaan tersebut.

Bahkan, kepala tukang yang berinisial Ars dikabarkan menyampaikan ancaman kepada awak media, dengan berkata:

 

“Kalau beritanya masih saja tayang, saya akan meminta kepada Allah lewat jalur langit.”

Kronologinya bermula dari percakapan pesan singkat setelah berita dimuat. Ars meminta agar berita tersebut segera dihapus, dengan alasan itu adalah pekerjaannya. Beliau menyampaikan:

 

“Itu pekerjaan saya, mohon dihapus. Jangan seperti ini. Mari saling menghargai. Jangan sampai terjadi seperti yang dulu. Saya mohon.”

Ketika awak media menanyakan kembali terkait bukti ketidaksesuaian di lapangan, Ars justru mengakuinya:

 

“Ya, buktinya memang begitu. Tapi jika berita ini terus ada, saya takut tidak diperbolehkan bekerja lagi oleh bos saya. Artinya Anda mematikan rezeki orang. Sudah cukup sampai di sini saja. Maaf, mulai sekarang saya tidak akan menganggap Anda saudara atau rekan lagi.”

Pernyataan ini sungguh ironis. Ketika fakta di lapangan berbicara bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan asal-asalan, alih-alih memperbaiki kekurangan, pihak pelaksana justru merasa tidak terima dan menyampaikan ancaman. Seharusnya kepala tukang dan pemborong menyadari: pekerjaan yang tidak jujur dan tidak sesuai aturan itulah yang kelak akan menjadi saksi di hadapan Allah. Bukan pemberitaan yang menyampaikan kebenaran. Jangan mengancam orang yang menyampaikan fakta, perbaikilah pekerjaan yang keliru itu sebelum menanggung risiko yang lebih besar.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait berita tersebut, Bob selaku pengawas dari Dinas DPUPR Kota Serang hanya menyampaikan jawaban singkat:

 

“Siap, terima kasih atas informasinya.”

 

Di sisi lain, Imron selaku mandor memberikan keterangan:

 

“Mohon maaf baru merespons, kemarin seharian berada di rumah sakit.”

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak konsultan pengawas serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas DPUPR Kota Serang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan ketidaksesuaian spesifikasi di lapangan.

 

Kepada Dinas DPUPR Kota Serang, khususnya Bidang Bina Marga: Segera turun ke lokasi, periksa dengan teliti setiap bagian pekerjaan. Jika terbukti tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan asal-asalan, ambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Jangan biarkan kerugian negara dan bahaya bagi masyarakat terus berlanjut karena kelalaian atau ketidaktindakan. Masyarakat berhak mendapatkan jalan yang dibangun dengan benar, sesuai standar, dan aman untuk digunakan.

(Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *