Pandeglang, BantenReformasi.com — Proyek revitalisasi SMP YPP Sobang, yang berlokasi di Jalan Panimbang Perdana KM 05, Kabupaten Pandeglang, kini menuai sorotan tajam masyarakat. Proyek ini dibiayai APBN 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nilai mencapai Rp1.248.728.000, namun pelaksanaannya dinilai asal jadi sekadar mengejar target waktu.
Dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan yang sangat mencolok:
– Pinggir pintu yang sudah diaci justru retak dan patah
– Dinding retak tidak diperbaiki dengan kolom praktis, melainkan hanya ditutup polesan semen
– Diduga tidak ada pembesian di area vital bangunan — kondisi ini sangat berbahaya dan dapat membahayakan keselamatan siswa serta guru
– Dinding hebel retak menembus dari atas ke bawah, namun perbaikan hanya di permukaan saja tanpa menyatukan bagian yang retak
Selain itu, pengawasan terlihat sangat lemah:
– Konsultan pengawas tidak pernah terlihat di lokasi
– Tim P2SP juga tidak tampak, seolah proyek berjalan tanpa pengawasan sama sekali
– Pekerja bukan warga setempat — berjumlah 12 orang berasal dari luar daerah
– di duga Hampir seluruh pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
– Tidak dipasang slof sebagai penahan baja ringan serta pengikatan hebel yang kuat
– Diduga menggunakan material berkualitas rendah
Keterangan pekerja
Yana, salah satu pekerja yang berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Sukaresmi, mengaku timnya sudah bekerja hampir dua bulan.
“Kami 12 orang dari sana, satu tim. Dibayar harian: kenek Rp120 ribu, tukang Rp150 ribu. Sepatu ada cuman panas kalau di pakai pak ,” Dalihnya
Ia juga menyatakan tidak ada kepala sekolah maupun konsultan pengawas di lokasi.
“Kami yang mengerjakan semuanya — mulai plesteran, pasang plafon, genteng, hingga keramik. Kepala sekolah tidak ada, konsultan pengawas juga tidak ada. Tim P2SP pun kurang paham kalau masalah itu ,” tambahnya.

Pekerja lain enggan menjawab ketika ditanya soal dugaan hilangnya genteng bekas bongkaran, yang menurut warga justru hilang dari lokasi proyek.
” untuk pihak terkait”
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan apa pun.
Kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, kami mohon segera turun ke lokasi, lakukan pemeriksaan menyeluruh, dan pastikan proyek ini sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan. Jangan biarkan bangunan sekolah dibangun asal jadi — ini menyangkut nyawa anak-anak didik kita.

Tim BantenReformasi akan terus mengawal proyek ini dan berencana menemui Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang untuk klarifikasi lebih lanjut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi semua pihak yang terlibat.
(Andi coton ).

