Kota Serang, bantenreformasi.com — Potret keprihatinan masih terlihat jelas di Ibu Kota Provinsi Banten. Sebuah rumah milik Ibu Jumenah di Kampung Pamupukan RT 03/01, Lingkungan Pamupukan, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, menyisakan kisah yang menyentuh hati. Rumah sederhana itu kondisinya sangat memprihatinkan — namun justru menjadi tempat harapan warga untuk menuntut ilmu.
Hasil kunjungan langsung Aktivis Sosial Andi Coton pada Minggu, 12 Oktober 2026, memperlihatkan kondisi bangunan yang sangat memiriskan. Plafon hanya berupa rangka kayu yang sudah lapuk, banyak berlubang hingga cahaya matahari pun tembus masuk ke dalam ruangan. Saat hujan turun, atap dipastikan bocor dan air masuk dengan bebas.
Yang membuat hati terenyuh, di tengah keterbatasan itu, rumah Ibu Jumenah justru menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Setiap minggu, anak-anak belajar mengaji dan ibu-ibu berkumpul untuk pengajian di sana. Kegiatan mulia ini terpaksa dilakukan secara lesehan di ruangan yang sempit dan belum layak, hanya beralas tikar sederhana.
Ibu Jumenah sendiri adalah seorang janda lanjut usia yang tidak bekerja. Beliau dengan tulus mengizinkan rumahnya digunakan oleh Ustadz Jumbri untuk mendidik anak-anak warga sekitar.

“Harapannya tempatnya dibagusin, supaya anak-anak belajar jadi nyaman dan makin banyak yang mau datang mengaji,” ucap Ibu Jumenah dengan harapan yang tulus.
Melihat kenyataan ini, Andi Coton sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, Kota Serang sebagai ibu kota provinsi seharusnya tidak lagi membiarkan warganya tinggal di rumah tidak layak, apalagi rumah itu dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan agama masyarakat.

“Ibu Jumenah ini janda lansia yang tidak bekerja, namun beliau ikhlas menyumbang tempat untuk majelis ilmu. Ini sangat mulia dan patut kita dukung. Seharusnya beliau dan warga yang belajar di sana mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” ungkap Andi di lokasi.
Andi pun mendesak kepada Bapak Walikota Serang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), serta para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Serang, agar segera meninjau langsung kondisi rumah Ibu Jumenah. Semoga masuk dalam prioritas program Bedah Rumah / Rumah Tidak Layak Huni tahun ini, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan terhindar dari risiko atap bocor serta bangunan yang rapuh.

“Kami mohon perhatian Bapak Walikota dan Dinas terkait. Bantuan ini bukan hanya untuk Ibu Jumenah, tetapi untuk seluruh warga yang menuntut ilmu di sana. Semoga segera ada tindak lanjut,” harap Andi Coton.( red).

