SERANG, bantenreformasi.com — Proyek revitalisasi SDN Tinggar 2, Kecamatan Curug, Kota Serang, dengan anggaran mencapai Rp 1,49 miliar bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini menuai sorotan tajam. Dalam pelaksanaannya, proyek diduga dikerjakan secara asal-asalan, mengabaikan keselamatan kerja (K3), serta diduga kuat menggunakan material murah yang tidak sesuai spesifikasi.

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi, ditemukan sederet kejanggalan yang sangat mencolok:
– Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sama sekali — K3 diabaikan, keselamatan dipertaruhkan!

– Material diduga tidak sesuai spek menggunakan semen lokal yang kualitasnya diragukan memenuhi standar teknis proyek.
– Konstruksi asal jadi , Balok lintel untuk kusen jendela di duga tidak menggunakan besi sama sekali, melainkan hanya campuran adukan semen dan pecahan batu bata kecil yang disusun secara acak ,Cara pengerjaan yang sangat meragukan kualitasnya

– Pengawasan nyaris tidak ada: Konsultan pengawas dan Kepala Sekolah tidak terlihat di lokasi selama pantauan. Proyek seolah berjalan tanpa arahan maupun pengawasan siapa pun.

Saat dikonfirmasi di lokasi pada Kamis, 10 September 2026, pekerja memberikan keterangan yang menguatkan dugaan tersebut: “Konsultan tidak ke sini, kayaknya tidak datang. Kepala Sekolah sudah pulang jam 11 tadi. Komite juga tidak tahu, soal upah pun kami tidak tahu pasti.”
Pekerja lainnya menambahkan: “Mungkin Kepala Sekolah dan pelaksana sudah pulang, Pak. Coba datang lagi besok kalau ingin lebih jelas.”

Hingga berita ini diturunkan, Konsultan Pengawas, Kepala Sekolah, maupun Dinas Pendidikan Kota Serang belum memberikan keterangan resmi apa pun terkait dugaan pelanggaran spesifikasi dan kelalaian penerapan K3 ini.
Kepada pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta Dinas Pendidikan Kota Serang, kami ingatkan: Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan benar! Jangan main-main dengan kualitas bangunan tempat anak-anak belajar. Jangan tunggu sampai terjadi keruntuhan baru bertindak! Segera turun ke lokasi, periksa ulang seluruh pekerjaan, dan pastikan 100% sesuai spesifikasi serta aturan yang berlaku.

Tim media akan terus memantau perkembangan proyek ini hingga benar-benar sesuai spesifikasi. Kami tetap membuka ruang tanggapan resmi dari pihak terkait dan menantikan langkah konkret penanganannya kementrian pendidikan serta fasilitator turun ke lokasi . (Red)

