Serang – bantenreformasi.com , proyek Revitalisasi rehab gedung dan pembangunan kelas Baru, di SMPN 1 Pamarayan yang sedang dalam tahapan pengerjaan kini menuai sorotan publik, pasalnya proyek yang di kerjakan oleh satuan pendidikan ( P2SP) ini di duga di kerjakan asal jadi dan minim pengawasan.
Dari hasil investigasi Tim media di lapangan terlihat sekali banyak temuan dan kejanggalan diantaranya , tidak tampak panitia pembangunan dan konsultan pengawas dari dinas pendidikan walaupun media beberapa kali ke lokasi, penggunaan besi yang tidak sesuai dengan diameter nya, besi yang seharusnya menggunakan besi 12mm, untuk ring balok terpasang 11,3 dan cincin seharusnya 8 mm hanya di pasang 7,6 mm,
Penggunaan material murah yakni menggunakan semen lokal bukan tiga roda, dan yang paling parahnya untuk bangunan baru pemasangan pondasi walaupun masih banyak di genangani air namun tetap di kerjakan saja, pondasi lama tidak di bongkar.
Di temui di lokasi proyek , salah satu pekerja yang tidak mau di sebut kan namanya dalam pemberitaan di media ini mengatakan,” untuk besi Tulangan ring balok menggunakan besi 12mm dan cicin 8mm, upahnya nggak tahu, panitia pembangunan kurang hapal, itu mungkin pondasi lama ya
Ketika di pertanyakan kembali lebih detail terkait kenapa pondasi lama itu tidak di bongkar..?

Pekerja itu hanya diam saja tidak respon, Jum’at 15/05/2026.
Sementara itu, Hamdan selaku kepala sekolah saat dikonfirmasi terkait juklak juknis melalui telepon seluler, hanya menjawab singkat” panitia pembangunan nya komite sekolah pak kambris, maap saya lagi di luar.ujarnya singkat .
Di ketahui proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung SMPN 1 Pamarayan itu di biayai oleh APBN tahun 2026, dengan nilai anggaran, Rp . 2. 382.389.000 , di kerjakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan P2SP, waktu pelaksanaan:120 hari kalender .
Sampai berita ini tayang pihak Dinas, konsultan pengawas dan panitia pembangunan belum memberikan keterangan resmi , terkait proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung SMPN 1 Pamarayan yang di duga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Tim media berencana dalam waktu dekat akan ke dinas pendidikan dan kebudayaan untuk meminta informasi dan klarifikasi lanjutan. ( Redaksi).

