SERANG, 1 Oktober 2026* – bantenreformasi.com -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Kota Serang Cipocok Jaya Karundang kembali menjadi sorotan usai aktivis Kota Serang bersama awak media melakukan konfirmasi langsung ke pihak gudang SPPG di Jl. Karundang – Kahuripan, Kel. Karundang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang dan ke SMPN 9 Kota Serang.
Dalam konfirmasi yang berlangsung di kantor SPPG Karundang, pihak staf SPPG mengakui adanya keterlambatan produksi yang menyebabkan ratusan porsi tidak terkirim ke sekolah.
Fakta tersebut membenarkan temuan di lapangan, dimana SMPN 9 Kota Serang yang memesan 1.200 porsi kekurangan nya 600 porsi. Selain SMPN 9, penyaluran MBG hari itu juga untuk Pondok Pesantren Ziadatul Ilmi di wilayah Tembong.
*Konfirmasi di SMPN 9 Kota Serang*
Saat dikonfirmasi di SMPN 9 Kota Serang, awak media menanyakan kepada salah satu guru yang tidak disebutkan namanya terkait kekurangan tersebut. Pihak guru membenarkan adanya kekurangan.
“Iya, pesan 1.200, kekurangan 600 lagi yang belum dikirim,” ujar guru tersebut.
Keterangan dari pihak sekolah ini sinkron dengan pengakuan pihak SPPG yang menyebut telat masak.
*Kejanggalan Ompreng Berlabel Cipocok Jaya*
Yang menjadi pertanyaan besar adalah temuan 5 lima ompreng stainless MBG yang berserakan di kawasan Pancuran Mas – Buyut Santri pada tanggal 26 September 2026.
Saat dikonfirmasi awak media, staf dan Kepala SPPG yang tidak disebutkan namanya menyatakan ompreng tersebut bukan milik gudang SPPG Cipocok Jaya.
“Ompreng yang ditemukan tanggal 26 September 2026 bukan miliknya,” dalih pihak SPPG.

Padahal dari temuan di Pancuran Mas, bukti foto dan video yang dikantongi Awak media ompreng tersebut jelas tertera label MBG Cipocok Jaya Karundang Kota Serang.
Kepala SPPG berdalih soal perbedaan lakban. “Itu lakban tempelnya gede, yang dari gudang saya tempelannya lakban putih kecil,” kilahnya.
Sementara itu saat dihubungi terpisah, Kepala Bagian Pengiriman SPPG justru mengaku jumlah ompreng sudah pas dan tidak ada kekurangan.
“Ompreng tersebut sudah pas hitungannya, nggak ada kekurangan,” ujarnya.
Pertanyaannya, jika ompreng dinyatakan tidak ada yang hilang dan bukan milik SPPG Karundang, lalu milik siapa ompreng berlabel MBG Cipocok Jaya Karundang yang ditemukan Andi Coton dan awak media di kawasan Pancuran Mas tersebut?
Aktivis Kota Serang Andi Coton, menyayangkan adanya perbedaan keterangan tersebut.
“Kami mohon BGN Pusat, Dandim, dan Pemkot Serang melakukan evaluasi total. Ini uang negara untuk makanan anak sekolah. Satu sisi mengakui telat masak 600 porsi tidak terkirim, sisi lain ada ompreng berlabel Cipocok Jaya ditemukan terbuang tapi tidak diakui. Ini harus diusut tuntas,” tegas Andi Coton.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tertulis dari manajemen SPPG Kota Serang Cipocok Jaya Karundang.( red).

