Di duga membandel/ abaikan surat larangan gubernur Banten SMA1Pamarayantetep adakan acara perpisahan dengan tema Tasyakuran
Serang, bantenreformasi.com , sepertinya larangan pemerintah provinsi Banten tidak di indahkan oleh sekolah menengah atas yakni SMA 1 Pamarayan,
Lembaga pendidikan ini dengan sengaja mengadakan acara perpisahan atau pelepasan siswa siswi kelas XII secara meriah mewah dengan dalih ini kesepakatan wali murid dan komite sekolah sekolah tidak ikut campur hanya menyediakan tempat saja.

Keliatan meriah dan suka cita namun di balik semua itu,
wali murid harus merogok kantong lebih dalam untuk acara tersebut, mengapa tidak walimurid harus mengeluarkan bajetnya untuk membeli buket dan di pinta iuran 250 ribu rupiah persiswa ucap wali murid yang di temui di kediaman nya dan ingin di rahasiakan identitas nya, Rabu 13/05/2026.
” Ya kepengen saya sederhana saja jangan sampai mewah kayak gini, malu pak kalau uangnya pas Pasan , ini kan beli buket dan iuran segala di tambah pake kebaya tuh kan kalau pas kebetulan tidak punya , mungkin beli dulu pak.
Padahal saya masih punya anak yang mau masuk sekolah SMP, aturan buat beli sepatu atau seragam ini di pake acara tersebut.keluhnya.
Untuk mendapatkan informasi yang berimbang media pun menyambangi SMA 1 Pamarayan untuk konfirmasi lanjutan.
Di temui di ruangan kerjanya Agus selaku guru, membenarkan bahwasanya iuran persiswa 250 ribu rupiah,
” Memang benar pak iuran segitu 250 ribu persiswa, namun pihak sekolah tidak ikut campur hanya menyediakan tempat saja, ujarnya.
Ketika di pertanyakan sudah izin ke dinas
Katanya sudah ada tembusan ke dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Banten, ironisnya ketika di pinta surat tembusan atau arsip nya tidak bisa menunjukkan nya, tambahnya.
Berbeda dengan Humas SMA 1 Pamarayan novi,” kalau terkait sudah izin atau ada tembusan ke dinas saya nggak tahu.
” Di sini kami hanya mempasilitasi tempat saja, pentas seni ada tapi tidak di perlombakan hanya sekedar saja, namun ketika di pertanyakan meriah dan mewah amat Bu dan iuran berapa..?
Dirinya hanya tersenyum sudah minum saja pak , coba ke komite saja tanya saya kurang paham. Jelasnya
Sementara itu, Maman selaku komite SMA 1 Pamarayan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, tidak respon.
Dan perlu diketahui, Pemprov Banten secara tegas melarang sekolah (SMA/SMK/SKh Negeri) mengadakan perpisahan/wisuda berbiaya mahal serta study tour ke luar Provinsi Banten. Kebijakan ini menekankan perpisahan sederhana di sekolah dan mengutamakan wisata lokal demi mengurangi beban finansial orang tua.
( Redaksi) .

