Serang, bantenreformasi.com – setelah viral SMA 1 Pamarayan adakan acara tasyakuran perpisahan siswa siswi X11, dan di beritakan di media ini, dengan judul ” SMA 1 Pamarayan di duga abaikan larangan pemprov Banten Gelar kelulusan, dengan iuran 250 ribu persiswa,” kini menuai polimik baru.
komite sekolah di duga cuci tangan dan tak ingin di ganggu mengatakan pertanyaan jurnalis Naip,
“‘kalau mau memuat berita jangan cari informasi ke saya, cari sendiri dong maap jangan ganggu ya..! . Ucapnya Jum’at 15/05/2026.
Ia juga menambah kan, bahwasanya pengawas dindik provinsi turut hadir,anda tidak tahu kan, namun ketika di pertanyakan lebih detail, pengawas dindik provinsi itu siapa yang hadir..? Hanya menjawab singkat emang saya pikirin. Tambahnya.
Pernyataan komite tersebut memantik pertanyaan besar,” kenapa ketua komite sekolah menengah atas ( SMAN 1 Pamarayan) menutupi permasalahan tersebut.
Sementara itu,ujang Supriadi , selaku guru menjelaskan kegiatan ini murni kegiatan komite sekolah, dan persiswa iuran nya 250 ribu untuk kelulusan kemarin itu 380 siswa-
siswi, kami tidak ikut campur berhubung kalau sewa di tempat lain mungkin lebih mahal makanya pihak sekolah menyediakan tempat nya begitu kang. Tandasnya.

Sangat di sayangkan sampai berita ke 2 tayang kepala sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait acara kelulusan atau tasyakuran ini.
Dalam waktu dekat Tim media akan ke dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Banten, untuk meminta informasi dan klarifikasi terkait apakah benar pihak dinas sudah mengetahui hal tersebut. ( Redaksi).

