September 4, 2026

MIRIS! Revitalisasi SDN Rancadadap: Di duga Besi Lama Tak Diganti, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan

SERANG — bantenreformasi.com — Program revitalisasi SDN Rancadadap, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, yang dibiayai APBN 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senilai Rp360 juta, kini menuai sorotan tajam. Dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), proyek ini justru diduga dikerjakan secara asal-asalan — dan yang paling mengkhawatirkan: keselamatan para siswa dipertaruhkan demi menekan biaya.

 

 

Tembok Belah Hanya Diplester, Besi Lama Tetap Dipakai

 

Hasil investigasi tim media di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan serius. Tembok yang sudah retak dan terbelah di tengah hanya diplester tanpa dilengkapi kolom praktis dan penggantian besi, padahal bangunan sudah terlihat keropos dan dikhawatirkan sewaktu-waktu jebol. Alih-alih membongkar dan membangun ulang sesuai standar, pelaksana diduga hanya melakukan “tambal sulam” yang membahayakan penghuni sekolah.

 

Temuan lain:

 

– Besi tidak sesuai spesifikasi: Seharusnya menggunakan besi 10 mm dan 8 mm, yang terpasang justru lebih kecil — tulang utama hanya 9,2 mm dan cincin 7,6 mm. Diduga masih menggunakan besi lama atau ukuran di bawah standar.

 

– Kualitas semen diragukan: Terlihat penggunaan semen bermerek murah, sementara semen berkualitas bermerek tiga roda diduga hanya pajangan.

 

– Struktur tidak presisi: Tiang kusen pintu dan jendela terlihat miring-miring, menunjukkan pengerjaan yang tidak teliti.

 

– Tanpa pengawasan jelas: Walaupun tim media sudah beberapa kali mendatangi lokasi, konsultan pengawas tidak pernah terlihat. Proyek seolah berjalan tanpa pengawasan yang memadai.

 

 

 

Pekerja Akui Pembesian dulu sebelumnya Terlalu Kecil, Atap Tak Diganti

 

Dari keterangan pekerja yang ditemui di lokasi, terungkap bahwa upah tukang sekitar Rp130.000 per hari dan kenek Rp100.000 per hari. Pekerja mengaku sudah bekerja selama 11 hari, dan secara terbuka menyatakan:

 

“Pembesian yang dulu itu kecil-kecil, pakai besi 6 mm.seharusnya di bongkar total kalau pengen mantep, Atap tidak diganti, hanya plafon, keramik, kusen aluminium dan pintu saja. Sisanya coba tanya ke yang di depan.”

 

Sementara itu, Yudi — yang mengaku tukang penyedia kopi,,ke lokasi — membeberkan bahwa komponen yang diganti hanya kusen, pintu, plafon, keramik, dan pagar dengan nilai sekitar Rp50 juta saja. Sisanya hanya perbaikan permukaan. Ia juga mengaku:

 

“Sebenarnya mending terima kunci saja, pak. nggak Pusing buat pelaporannya. Anggarannya juga minim.”

 

 

 

Pengelolaan Dipertanyakan, Keselamatan Dikesampingkan

 

Aliun, selaku kasi ,sarana dan prasarana dari dinas pendidikan, justru mengakui adanya kesalahan dalam proses penawaran.

 

“Itu salah penawaran, kenapa anggaran segitu disetujui? Kurang pengalaman. Sebenarnya kepala sekolah berhak menolak kalau tidak sesuai dengan kerusakan yang diverifikasi sebelumnya — jangan main sanggup-sanggup saja.”

 

Ketika ditanya soal tiang kusen yang miring dan tidak presisi, jawabannya hanya: “Entar juga dibenerin, pak. Tenang saja.” — jawaban yang sangat meragukan ketika menyangkut keselamatan ratusan siswa.

 

Hingga berita ini ditayangkan, konsultan pengawas maupun Kepala Sekolah belum memberikan keterangan resmi apa pun.

 

PANGGILAN KEPADA INSTANSI TERKAIT: JANGAN MAIN MAIN DENGAN KESELAMATAN ANAK!

Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Pihak Kementerian, serta aparat penegak aturan dan hukum, kami meminta:

✅ Segera turun ke lokasi dan lakukan audit menyeluruh. Jangan hanya duduk di ruangan ber-AC sambil menandatangani laporan yang tidak sesuai kenyataan di lapangan.

✅ Tegur dan tindak tegas P2SP serta konsultan pengawas yang membiarkan pekerjaan asal-asalan demi keuntungan pribadi. Anggaran Rp360 juta adalah uang rakyat — bukan untuk dibagi-bagi!

✅ Jangan kompromi soal keselamatan. Sekolah bukan tempat untuk bereksperimen atau menambal bangunan yang sudah keropos. Jika struktur tidak aman, bongkar dan bangun ulang dengan benar, bukan ditutup-tutupi dengan plester tipis.

✅ Verifikasi ulang proses pengajuan dan persetujuan anggaran. Jangan sampai proyek disetujui tanpa verifikasi kerusakan yang akurat — jangan sampai “sanggup sebelum melihat kondisi asli”.

 

Ingat! Uang bisa dicari lagi, tapi nyawa anak-anak tidak bisa diganti. Jangan tunggu bangunan roboh dan korban berjatuhan baru bertindak. Itu sudah terlambat!

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang terlibat. Tim akan terus memantau perkembangan di lapangan.

— Redaksi .

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *