SERANG, bantenreformasi.com – Seorang warga Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menjadi korban kecelakaan di ruas Jalan Nasional wilayah Desa Pancanegara, pada Sabtu malam (15/8/2026) sekitar pukul 21.51 WIB.
Kecelakaan itu diduga murni akibat kelalaian pihak terkait: badan jalan dipenuhi tumpukan pasir dan debu sisa galian yang berceceran dari truk tronton pengangkut material. Kondisi semakin memburam karena tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga jalan raya yang seharusnya aman berubah menjadi jebakan maut yang gelap gulita.
“Jalan penuh debu sampai ngebul kena mata. Pas ngerem langsung hilang keseimbangan dan jatuh,” ujar saksi mata di lokasi kejadian.
Akibat jatuh tersebut, korban menderita luka lecet berdarah di bagian lutut. Sementara itu, sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya mengalami kerusakan parah: bodi lecet, spakbor belakang pecah, dan beberapa komponen lain baret berat.
Orang tua korban meluapkan kekecewaannya yang mendalam. “Masa jalan nasional dibiarkan kotor penuh pasir begitu? Gelap pula. Anak saya sampai jatuh terluka dan motor rusak. Tolong segera ditindak tegas dan diperbaiki,” tegasnya.
Warga sekitar pun bersatu mendesak Pemerintah Provinsi Banten, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta perusahaan penambang pasir untuk segera membersihkan seluruh material yang menumpuk di badan jalan dan memasang kembali PJU yang mati atau hilang. Warga khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, korban berjatuhan bukan hanya dari Desa Pancanegara, melainkan juga warga desa tetangga seperti Sindangsari yang melintas.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelayanan jalan maupun pengawasan aktivitas pengangkutan material tersebut.

