SERANG, BANTENREFORMASI.COM – Dugaan kecurangan dan pengurangan spesifikasi material pada proyek revitalisasi gedung Kelompok Bermain (KB) Al-Kautsar, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, semakin terbuka lebar. Setelah pemberitaan menyebar luas, penanggung jawab proyek justru diduga menghindar dan menutup-nutupi data saat diminta mempertemukan fakta di lapangan.

Sebelumnya, tim media menyoroti dugaan penyimpangan yang sangat merugikan dan berisiko bahaya pada struktur bangunan. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, ditemukan indikasi penggantian kualitas besi secara sengaja:
– Besi kolom praktis yang seharusnya berdiameter 8 milimeter, diduga diganti hanya dengan 4 milimeter;

– Bahkan lebih fatal, besi tulang utama struktur yang seharusnya berdiameter 12 milimeter, diduga diturunkan spesifikasinya menjadi hanya 10 milimeter.
Pengurangan ukuran besi pada elemen penopang utama ini sangat berbahaya, karena dapat menurunkan kekuatan bangunan secara drastis, memperpendek usia pakai gedung, hingga membahayakan keselamatan anak didik, guru, dan warga yang memanfaatkannya.
Menanggapi tuduhan ini, Nani Kepala Sekolah KB Al-Kautsar berdalih bahwa komponen kolom praktis tersebut tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun ketika diminta menunjukkan dokumen RAB untuk pembuktian, dirinya menolak dengan alasan tertutup: “Hanya saya dan konsultan pengawas yang boleh tahu, orang lain tidak boleh melihatnya.”
Saat ditemui di lokasi proyek pada Jumat (15/7/2026), ia sempat menyodorkan foto yang diklaim sebagai bukti pekerjaan sudah benar, namun foto tersebut kemudian ditarik kembali. Ia pun balik bertanya, “Sekarang bapak maunya seperti apa?”
Ketika tim media menegaskan untuk membandingkan data secara langsung, dan meminta jika spesifikasi terbukti tidak sesuai maka struktur bangunan perlu dibongkar untuk disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, pihak sekolah tampak terkejut.
“Bapak pengen bongkar? Ingat pak, kolom praktis di pinggir kanan dan tengah itu tambahan, itu tidak ada di RAB,” ucapnya.
Tim media tetap meminta dokumen RAB ditunjukkan demi transparansi dan pembahasan terbuka, namun permintaan itu kembali ditolak. Pihak sekolah akhirnya berjanji akan memberikan klarifikasi lengkap dan bersedia adu data di lokasi pada keesokan harinya.
Sayangnya, janji itu tidak ditepati. Saat tim bantenreformasi.com kembali menyambangi lokasi proyek sesuai kesepakatan, Kepala Sekolah diduga menghindar dan tidak dapat ditemui.
Sikap menutup-nutupi data serta menghindari klarifikasi ini semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan yang disengaja. Pelaksana maupun penanggung jawab yang sengaja mengurangi spesifikasi besi utama dan penyangga demi keuntungan pribadi, tidak hanya merugikan keuangan negara dan uang rakyat, tetapi juga mempertaruhkan nyawa pengguna gedung. Penolakan membuka dokumen perencanaan juga jelas melanggar prinsip akuntabilitas pengelolaan anggaran publik.
Untuk mendapatkan kejelasan penuh, tim bantenreformasi.com berencana segera mengunjungi Dinas Pendidikan Kabupaten Serang guna meminta klarifikasi resmi dan menelusuri dokumen perencanaan proyek ini. Kami mendesak inspektorat serta aparat penegak hukum turun tangan memeriksa dugaan kecurangan ini secara menyeluruh dan menindak tegas pihak yang bersalah.
(Red)

