Juli 4, 2026

Tak Terima Pekerjaannya Diberitakan, Kepala Pekerja Diduga Ancam Wartawan: “Nyawa Paling Tinggal 3 Hari”

Serang – bantenreformasi.com – Sebelum pemberitaan dimuat di media massa, kondisi plesteran dan acian tembok SDN Kebon Sawah Luhur diketahui mengalami kerusakan atau gompal. Menanggapi hal tersebut, Kepala Pekerja bernama Memet disebut marah dan emosi. Ia diduga melontarkan ancaman akan menghilangkan nyawa wartawan jika pemberitaan dianggap tidak benar.

 

Memet menilai pekerjaannya sudah baik dan tidak ada kerusakan saat ia tinggalkan. Ia justru menduga kerusakan acian tembok di bagian pemasangan jendela itu adalah ulah wartawan sendiri. Akibatnya, ia mengaku mendapat komplain dari pihak pelaksana hingga pembayaran pekerjaannya pun ditunda.

 

“Itu kan editan AI. Walaupun ada tanggal di foto, saya juga bisa bikin begitu. Sudah begini saja, mau editan atau bukan, kita taruhan saja. Nyawa kamu itu paling juga tinggal 3 hari. Sesuai fakta saja: kalau kita yang salah, umur tidak akan lama; kalau benar, kita akan panjang umur. Soal gompal itu harus ada bukti jelas. Saya tanya, bagian besar yang diplester itu mana ada yang rusak? Tadinya tidak ada masalah apa-apa,” ujar Memet.

 

Ia menambahkan, dirinya berencana menuntut karena menurutnya di lokasi tidak ditemukan kerusakan seperti yang disebutkan, terutama di tiga titik ruangan SDN Kebon Sawah Luhur. Ia mengaku menginginkan pemberitaan yang sesuai fakta dan tidak mengada-ada.

 

“Saya juga dulunya wartawan,” dalihnya.

 

Namun saat ditanya lebih rinci terkait asal media tempat ia pernah bekerja, Memet tidak menjawab dan justru mengakhiri percakapan tersebut.

 

Saat ini, tim media berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kota Serang untuk meminta klarifikasi resmi terkait dugaan ancaman serta kualitas pekerjaan yang dinilai asal-asalan tersebut.

 

Catatan Redaksi: Akankah permasalahan ini berlanjut ke jalur hukum atau hanya sekadar gertakan semata? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *