Juli 6, 2026

Dalih Konflik dan Anggaran Minim Tak Beralasan: Papan Informasi Proyek Hilang di RJIT Kilasah, Kinerja Tim Dinas Pertanian Dipertanyakan

Serang – Pelaksanaan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang dikelola Dinas Pertanian setempat dan dikerjakan Kelompok Tani Kilasah diduga bermasalah. Ketua kelompok tani tersebut, Basir, mengaku sengaja tidak memasang Papan Informasi Proyek (PIP) dengan alasan ingin menghindari konflik warga dan anggaran yang terbatas.

“Saya juga bingung, Kang. Di sini banyak petani yang cemburu sosial—mungkin mereka mengira anggaran rehabilitasi irigasi ini sangat besar. Karena itu, kami memilih tidak memasang papan informasi proyek,” ujar Basir saat ditemui Selasa, 23 Juni 2026.

 

Ketika awak media meminta penjelasan lebih rinci serta hendak meninjau langsung lokasi pekerjaan guna memastikan keberadaan dokumen PIP, Basir menolak. Ia beralih membatasi pertemuan: “Sudah cukup di sini saja, rekan‑rekan tunggu di sini, tidak perlu ke sana‑sana karena lokasinya jauh.” Setelah itu, ia langsung meninggalkan awak media.

Sementara itu, Mira selaku tim pemantau dari Dinas Pertanian Kota Serang juga tidak memberikan tanggapan apa pun saat ditanya mengapa RJIT Kilasah tidak memiliki papan informasi proyek.

 

Perlu diketahui, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah pusat maupun daerah wajib memasang Papan Informasi Proyek sesuai ketentuan Undang‑Undang Nomor 14 Tahun 2018. Ketidakhadiran papan tersebut, terlebih dengan alasan yang belum teruji, memicu keraguan publik terhadap pelaksanaan dan pengawasan proyek, serta kinerja tim pelaksana maupun pemantau dari dinas terkait.

 

Mengingat hal ini melibatkan uang rakyat, masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa seluruh tahapan pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami mendesak Dinas Pertanian Kota Serang segera memberikan klarifikasi resmi terkait ketiadaan papan informasi proyek, dasar pertimbangan pelaksana, serta hasil pemantauan yang telah dilakukan tim dinas. Kebungkaman semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dan terbukanya celah penyimpangan anggaran.( red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *