Serang , bantenreformasi.com, setelah viralnya pemberitaan ini ,
terkait Program ketahanan pangan yang di kelola Bumdes pelita harapan di Desa undar andir Budidaya ayam petelur yang di duga gagal , pada mati dan sebagian di jual , kini menuai polemik baru , ternyata semua yang di katakan sekertaris BUMDES undar andirJumadi bahwasanya bukti bukti atau dokumen terkait kejadian budidaya ayam petelur lengkap dan ada pada dirinya , itu belum bisa di buktikan di hadapan camat ,
menurut haji DiDi selaku camat Kragilan saat di temui di ruangan kerjanya Jumat 29/05/2026.dan di konfirmasi terkait kenapa BUMDES desa undar andir ayamnya pada mati , dan kosong sekarang .
” waktu pas ada berita mereka saya langsung panggil kenapa itu kandang bisa kosong apa kendalanya , kata mereka ayam matinya bertahap ,kena penyakit virus yang mati, sebagian kira kira 275 ekor sebagian lagi di jual percuma kalau di teruskan pasti pada mati makanya ada inisiatif untuk menjualnya biar nanti di belikan kembali kata mereka pak , ujarnya
ia pun menambahkan , kita juga tidak tinggal diam ketika ada laporan ya saya panggil dan di kumpulkan, sekertaris Jumadi dan ketuanya Malik ,coba lah kordinasi dengan pihak Ketapang dan Dinkes supaya ke depan nya bisa berjalan sesuai prosedur , ya namun ketika di tanya kembali mana dokumen kejadian terkait adanya pemeriksaan dinas Ketapang dan dinas kesehatan yang memeriksa BUMDES pelita harapan itu,
jawaban mereka , katanya ibu yang membidanginya di dinas Ketapang masih sibuk jadi belum bisa untuk mengasihkan dokumen tersebut , oleh kita mereka di kasih waktu hari Selasa untuk nyerahkan berkas atau dokumen kejadiannya .
terkait juknis BUMDES, namanya uang rakyat ya harus di pertanggung jawabkan biasanya ada tim inspektorat yang berwenang memeriksa atau mengauditnya , kalau dari pihak kecamatan siap tanggap pak , pasti di tegur dan di bina sesuai tupoksinya .Tambahnya .
sementara itu Sahrul selaku kasi Kesos ( kesejahteraan sosial) saat di pertanyakan langkah apa kedepan nya terkait persoalan bumdes pelita harapan, menurutnya , kalau desa undar andir kurang informasi ke kita .
” bumdes undar andir sekarang ke rugiannya mencapai 35juta karena kemaren ayam petelur nya pada mati , kalau masalah di bandingkan dengan yang lainnya itu tergantung nasib kang , misalnya ada dua orang sama sama kuliah tapi di antara mereka pasti nasibnya berbeda beda , ada yang kerja ada yang tidak bekerja gitu .cetusnya.
namun ketika di pertanyakan , kalau sudah begini banyak kerugian , terus untuk nambah modalnya dari mana ..?
” bisa di anggarkan dari perubahan atau anggaran awal dana desa ( DD) itu pun kalau di sepakati sipat tidak wajib, tapi kemarinkan ada sisa hasil penjualan ayam itu, bisa buat tambah modal lagi , kalau PAD, ( penghasilan asli daerah) ke desanya belum ada, kata dia
tapi kang mohon maap desa undar andir jarang ngasih informasi ke kecamatan , terkait bimteknya BUMDES saja tidak ada laporan ke kita, seharusnyakan ada .bebernya seraya menyakinkan awak media .
menanggapi terkait dugaan tidak sinkronnya antara ketua dan sekretaris bumdes pelita harapan , Asnen , ketua kabupaten serang dari LSM HPN, ( lembaga swadaya masyarakat) himpunan pemuda Nasional , Angkat bicara,”
” soal berbicara nasib , sebelum turun untuk ke program Ketapang bumdes ketua , sekertaris ,dan bendahara atau anggota sudah di bimtek ( bimbingan teknis ) dan di ajarkan atau ada pemahaman , terus pungsi bimtek itu apa..?
kalau di lihat anggarannya juga lumayan besar, ke tidak sinkronan antara sekertaris dengan ketua bumdes saya rasa mereka ini tidak sungguh sungguh atau nggak maksimal waktunya untuk mengurus budidaya ayam petelur .mungkin mereka tidak berkolaborasi hanya mengandalkan penjaga kandang .
saya rasa ini kelalayan , sampai pada mati kosong kandangnya itu, terus pertanggung jawabannya seperti apa , apakah mungkin di anggarkan dari dana desa ( DD) lagi, kalau gagal lagi di anggarkan wuih enak amat , dengan adanya dugaan ini kita mungkin akan bersurat ke inspektorat untuk meminta audit setidaknya bisa di evaluasi ulang program bumdes di desa undar andir, yang di duga siremonial penyerapan anggaran saja , jangan sampai jadi ajang Bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab. jelasnya .
sampai berita ini tayang pihak dinas DKPP , belum bisa memberikan keterangan resmi terkait bumdes pelita harapan undar andir yang di duga bermasalah .
untuk melengkapi data tim media berencana dalam waktu dekat akan ke dinas ketahanan pangan dan pertanian ( DKPP) untuk meminta informasi dan klarifikasi lanjutan .( Redaksi ).

