Juni 22, 2026

Di duga ketahuan tidak sesuai spek komite SMPN 1 Pamarayan blokir nomor kontak wartawan.

Serang, bantenreformasi.com , setelah viral di media bantenreformasi.com terkait pemberitaan proyek revitalisasi SMPN 1 Pamarayan yang di duga curi spesifikasi teknis, kini muncul polemik baru komite sekolah haji kamris memblokir kontak wartawan tanpa alasan yang jelas.

 

 

 

Seharusnya komite sekolah yang di beri kepercayaan oleh dinas pendidikan sebagai Panitia pembangunan satuan pendidikan ( P2SP) tidak mencederai tranparansi publik.

 

Pemblokiran ini di nilai , sebagai bentuk ketidakmampuan memberikan informasi, atau ketakutan borok komite ketahuan di muka publik.

 

 

Hasil monitoring di lapangan, sejumlah kejanggalan dan temuan seperti besi yang tidak sesuai diameternya masih tetap di pakai atau adanya pembiaran, dan di duga sengaja gunakan besi banci dalam pembangunan gedung kelas baru walaupun sudah di ingatkan,

 

 

Menurut haji kamris saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp sebelum terjadi pemblokiran nomor kontak wartawan, dirinya mengungkapkan bahwa besi yang di gunakan harus besi ful.

 

 

” Besi untuk ring balok semuanya besi ful, untuk Tulangan gunakan besi 12mm ful dan cicin 8 mm ful, kata dia, walaupun jelas jelas itu setelah di ukur dengan sigmat pakai besi 11,3 dan cicin 7,4 mm bukan ful bisa di kategorikan besi banci.

 

 

Lanjut haji kamris” Garis pembatas ada kang, pondasi sudah di bongkar kemarin yang di kirim Poto si akang, tidak setelah itu kita langsung di bongkar, namun ketika di pertanyakan kembali lebih detail terkait penggunaan semen murah dan pembesian dari bangunan baru dan di ukur sama sama di lokasi, dirinya memblokir nomor kontak wartawan tanpa alasan yang jelas.

 

 

Ditempat yang sama pengajar atau guru yang tidak mau di sebut kan namanya menjelaskan, bahwa pak haji kamris sedang di luar kota Serang, mungkin lain kali lagi.

 

 

”  mungkin pak haji ada urusan lain di luar kota Serang, kita juga tidak mungkin menyalahi aturan gunakan besi banci pasti sesuai, namun setelah di ukur bersama sama serta di saksikan oleh guru dan memang benar besi yang di gunakan adalah besi banci, mereka mengajak”

 

sudah jangan kenceng kencengan kang kita bersinergi saja. Dalihnya.

 

 

Program revitalisasi atau rehabilitasi gedung seharusnya meningkatkan sarana dan prasarana sesuai standar nasional bukan pembangunan atau rehabilitasi sarana tidak sebanding kualitas dengan anggaran yang lumayan fantastis.

 

 

Publik meminta agar pihak dinas terkait dan APH turun ke lokasi proyek revitalisasi SMPN 1 Pamarayan untuk mencroscek dan mengevaluasi terkait projek yang di Duga tidak sesuai spesifikasi teknis dan adanya dugaan proyek bermasalah. ( Naupal).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *