Juni 22, 2026

BUMDES di desa UNDAR Andir di duga gagal 500 ayam petelur mati

oppo_0

 

 

Serang, bantenreformasi.com , impian warga undar andir untuk melihat badan usaha milik desa ( BUMDES) mereka kandas, Budi daya ayam petelur dari program ketahanan pangan BUMDES pelita harapan yang di Danai dari uang rakyat di laporkan sebanyak 500 ekor mati masal atau gagal dalam pengelolaannya.

 

Menurut keterangan malik, selaku ketua BUMDES pelita harapan, penyebab Kematian 500 ekor ayam petelur itu di sebabkan oleh penyakit, ayam pada kurus atau kondisi kandang yang terbuka.

 

” Kematian itu bertahap kang, tadi 200 ekor terus 300 dan Ahir mati semuanya, padahal sudah di vaksin obat banyak kayak apotik itu di dalam kandang,

Kedua tadinya ini kandang tertutup dan banyak warga yang melihat mungkin interaksi antara manusia dengan ayam juga penyebab Kematian nya. Ucapnya Minggu 24/05/2026.

 

Ini anggaran tahun 2025 dari November itu, untuk nilainya kurang lebih Rp.185 juta di tambah 10 juta jadi total nya 195 juta dari bantuan provinsi ( Banprov thn 2025).

Terkait PAD ke desa belum ada kang, sehari itu dari 500 ekor yang bertelur hanya 30 butir telur , kadang di jual ke warga, yang jaga lapar ya di masak oleh penjaga di sini, dalihnya.

 

” Saya ketua BUMDES nya, Jumadi dan juleha orang tiga untuk ketua sekertaris dan bendahara ( KSB ) tapi mereka tidak ada lagi ada acara keluarga, ini lagi bersih-bersih di semprot disinspektan dulu biar bakteri nggak ada, sembari nunggu dana turun lagi.

Awal awal belum ngerti sensitif ayam kayak anak bayi, obat walaupun banyak kalau sudah kena penyakit ya tetap saja mati,

 

“Masih kata Malik, Lahan ini sewa di muka 22 juta pertiga tahun selama berjalan hanya mengobati pakan begitu seterusnya jadi telor juga tidak tentu ya namanya ayam sakit, ya lama lama abis semua anggaran nya, vaksin sendiri dulu ketika itu sistemnya tambal sulam di jual beli lagi, karena ketidak pahaman di ayam ya akhirnya ke bawa semua mati semuanya, tambahnya.

 

Namun ketika di pertanyakan kembali terkait BUMDES pelita harapan tidak berjalan sebagaimana mestinya, Malik,, mengaku bukan di desa ini saja BUMDES yang kayak gini banyak kang, misalnya di Carenang , pernah ngumpul sekecamatan.cetusnya.

 

Kalau saya sehari-hari kerja sales air waktu pleksibel , jadi paling waktu luang hari Minggu saja, yang aktif kepala yunit kandang dan penjaga kandang, sekertaris juga ngajar ( guru) paling sesudah pulang nya ke sini. Tandasnya.

 

Sementara itu horor selaku sekertaris desa undar andir saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, hanya berkata singkat

” Langsung saja pak ke pengurus BUMDES nya mohon maap saya di jalan. Tulis nya.

 

Dampak Nyata Bagi Ekonomi Warga

 

Kegagalan ini bukan sekadar urusan ayam yang mati, melainkan hilangnya peluang pendapatan bagi desa. Tanpa adanya transparansi dan koordinasi teknis dengan dokter hewan resmi, program BUMDes hanya akan menjadi lubang hitam yang menelan dana desa tanpa hasil.

 

Kejadian di desa undar andir ini menjadi pelajaran pahit bagi desa lain: bahwa membangun usaha bukan hanya soal membeli bibit ayam petelur , tapi soal membangun integritas dan kerja sama antar-lembaga demi menyelamatkan masa depan ekonomi warga desa.

 

Sampai berita ini tayang, kepala desa undar andir belum bisa memberikan keterangan resmi terkait BUMDES yang di duga bermasalah.

 

Dalam waktu dekat Tim media berencana akan ke kantor kecamatan dan inspektorat kabupaten Serang Banten untuk meminta informasi dan klarifikasi lanjutan ( redaksi)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *